“Ati” Vertikal Movie Karya Sutradara Arfiyan Dewa Sabet Best Vertical Movie di Acffest 2024

 

Denpasar, 5 Desember 2024 — Festival film pendek bergengsi Acffest 2024 kembali digelar dengan meriah, mempertemukan para sineas muda berbakat dari seluruh penjuru Indonesia. Dari ratusan film pendek yang masuk kurasi tahun ini, “Ati” karya Arfiyan Dewa Purnama berhasil menembus seleksi ketat hingga masuk ke jajaran tiga besar film terbaik, dan akhirnya dinobatkan sebagai Film Pendek Vertikal Terbaik tahun ini.

Film ini tampil mencolok berkat keberaniannya mengeksplorasi format vertikal (9:16)—gaya visual yang identik dengan media sosial namun dikemas dengan kekuatan sinematik dan narasi yang jenaka.

Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) merupakan ajang kreasi, eksibisi, dan forum diskusi yang digagas dan dikelola oleh Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK. Tahun 2024 menjadi tahun ke-10 perayaan ACFFEST dengan mengangkat tema “Berantas Korupsi Lewat Seni”. ACFFEST pertama kali digelar pada tahun 2013, dan program tahun ini masih mengusung harapan yang sama: mengajak partisipasi aktif dan kritis dari generasi muda Indonesia dengan menuangkan ide dalam bentuk audio-visual sebagai kontribusi dalam pemberantasan korupsi melalui kampanye nilai-nilai antikorupsi.

Eksplorasi Visual dan Cerita yang Menggugah

“Ati” yang bertemakan tentang “Gratifikasi” mengisahkan tentang seorang guru bernama “Ati” yang sedang galau dikarenakan buah kesukaannya yaitu durian tersebut jatuh di jalan saat ia hendak pergi ke sekolah untuk pembagian rapot dan pada saat di kelas, Ati dihadapkan dengan gratifikasi dikarenakan ada ibu murid yang hendak memberikan durian ke Ati.  Dengan gaya visual yang penuh dengan visual efek yang lucu dan sudut pandang yang unik, film ini membawa penonton menyelami pikiran bu Ati melalui editing visual efek komedi dan ditata secara vertikal—menambah intensitas emosi sekaligus memberikan pengalaman sinematik yang tidak biasa.

Bersaing Ketat dari Ratusan Film

Pada tahun ini, Acffest menerima lebih dari 100 film pendek vertikal dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah proses seleksi yang ketat, hanya tiga film yang berhasil masuk ke tahap final penjurian sebagai nomine Best Vertical Movie. Ati akhirnya dipilih sebagai pemenang utama karena kekuatan konsep, keberanian teknis, dan kedalaman emosional yang berhasil disampaikan dalam durasi singkat.

 

Membuka Pintu untuk Sinema Masa Depan

Kemenangan Ati menjadi sinyal kuat bahwa sinema Indonesia tengah memasuki fase baru—di mana format dan medium bukan lagi batasan, melainkan peluang untuk mengeksplorasi cerita dari perspektif baru. Setelah kemenangan ini, Ati juga mendapatkan kesempatan untuk diputarkan filmnya di acara KnowMadInstitut di Jerman pada 13 Desember 2024.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *