Pontianak, 31 Mei 2025 — Dua sutradara muda berbakat asal Kalimantan Barat, Arfiyan Dewa dan Rohmad “Bams” Zulfiqri, hadir sebagai narasumber dalam program spesial DIBALIK LAYAR yang ditayangkan oleh TVRI Kalbar. Acara ini mengupas proses kreatif di balik dua film pendek yang mengangkat isu lokal dengan pendekatan emosional dan kultural, yaitu “Ati” karya Arfiyan Dewa dan “Jaraknya” karya Bams Zulfiqri.
Program ini ditayangkan secara langsung pada Sabtu, 31 Mei 2025 pukul 14.00 WIB, dan juga tersedia melalui live streaming di channel YouTube resmi TVRI Kalbar.
🔹 Mengangkat Film Daerah ke Panggung Nasional
Dalam sesi yang dipandu oleh Alvin, pembicaraan berfokus pada bagaimana film-film produksi Kalimantan Barat mulai mendapatkan perhatian lebih luas berkat pendekatan cerita yang kuat, penceritaan yang otentik, serta semangat produksi yang tinggi meski dengan keterbatasan sumber daya.
Arfiyan Dewa membagikan proses kreatif di balik film “Ati”, yang sebelumnya telah mendapatkan apresiasi di berbagai festival lokal karena keberhasilannya menggambarkan hubungan batin dan konflik sosial secara intim.
Sementara itu, Bams Zulfiqri memaparkan bagaimana film “Jaraknya” mencoba menangkap dinamika emosional anak muda di tengah keterbatasan akses dan jarak—isu yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.
🔹 DWB Team: Gerakan Sineas Muda dari Kalimantan Barat
Keduanya merupakan bagian dari DWB Team, sebuah kolektif kreatif yang aktif memproduksi film pendek, konten edukatif, dan proyek visual storytelling berbasis lokalitas. DWB Team telah menjadi salah satu pionir dalam membangun ekosistem kreatif di Kalimantan Barat, dengan semangat kolaboratif dan semangat memperjuangkan karya dari daerah agar mampu bersaing secara nasional.
Penampilan mereka di TVRI Kalbar bukan sekadar sesi bincang-bincang, tetapi sebuah tonggak penting yang memperlihatkan bahwa sineas muda dari luar pusat industri film nasional kini mulai mendapatkan panggungnya.
🔹 Pesan dari Balik Layar
Dalam sesi penutup, Arfiyan dan Bams menyampaikan bahwa di balik setiap film, selalu ada perjuangan dan cerita yang tak tampak di layar. Dari pencarian lokasi, penggalangan dana secara mandiri, hingga tantangan teknis di lapangan—semua itu menjadi bagian dari proses yang membentuk karya yang utuh.
“Film bukan hanya soal kamera dan edit, tapi soal keberanian menyuarakan sesuatu dari hati,” ujar Arfiyan.
“Jarak bukan penghalang. Justru di situlah cerita kami lahir,” tambah Bams.
🔹 Tentang Acara DIBALIK LAYAR
Program DIBALIK LAYAR adalah produksi orisinal TVRI Kalbar yang memberi ruang eksklusif kepada para insan film dan konten kreatif di Kalimantan Barat untuk membagikan proses kreatif, perjuangan produksi, hingga filosofi di balik karya mereka. Dengan durasi penuh dan penyajian visual yang menarik, acara ini bertujuan untuk menginspirasi generasi muda serta memperkenalkan ekosistem kreatif lokal kepada khalayak luas.
